Assalamualaikum

Rabu, 08 Agustus 2012

VEGETATIF BUATAN


Vegetatif Buatan

Bagaimana perkembangbiakan dengan setek ?

Bagian dari tanaman misalnya batang, tangkai, daun, ataupun pucuk dipotong. Bagian- bagian ini lalu ditanam dan akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Apakah semua tumbuhan dapat disetek ?
Tidak semua, hanya tanaman yang mempunyai ruas - ruas atau mata tunas saja.
Setek adalah dengan cara menanam bagian batang tumbuhan.

Contoh:

Setek batang: Singkong dan jeruk
Setek tangkai: Bunga sepatu dan mawar
Setek daun: Cocor bebek dan begonia
Setek pucuk: Teh

Setek daun dilakukan pada daun cocor bebek. Tunas- tunas di daun ini ditanam sehingga tumbuh tanaman baru.

Setek pucuk dilakukan oleh petani teh dengan cara memetik pucuk teh lalu menanamnya kembali sehingga teh dapat diperbanyak.

Cangkok

Apa yang disebut mencangkok ?

Mencangkok adalah membuat batang menjadi berakar dengan cara megupas kulitnya sedikit dan membungkusnya dengan sabut yang dicampuri tanah.




Bagaimana cara perkembang biakan dengan cangkok ?


1. Pilih dahan yang tidak terlalu tua/ keras dan juga tidak terlalu muda.
2. Setelah mendapatkan dahan yang sesuai, maka kira-kira dengan panjang sekitar 10 cm, potong kulit-kulit dahan tersebut.
3. Kuliti dengan hati - hati, dan jangan sampai merusak bagian yang penting yang ada pada dahan pohon.
4. Kemudian, basahi kapas dengan air bersih dan bersihkan bagian dahan yang dikuliti tadi sebelumnya.
5. Basahi kapas dengan desinfektan tumbuhan agar dahan tersebut tidak ikut terinfeksi oleh bakteri/ bibit penyakit ataupun virus.
6. Letakkan plastik membungkusi dahan bagian bawah, lalu isilah dengan tanah bakar.
7. Bungkus dengan plastik yang kedua, seperti membungkus permen.
8. Ikatlah kedua ujungnya dengan tali rafia sehingga dapat membungkusi keseluruhan dahan pohon yang dikuliti tadi.
9. Siramlah cangkokan tersebut dengan air yang bersih.

Setelah tumbuh akar dahan yang akan dicangkok dipotong lalu ditanam. Sehingga tumbuh menjadi tanaman dewasa.


Apa contoh tanaman yang dapat dicangkok ?

Tanaman yang mempunyai batang keras seperti mangga, jambu dan jeruk.




Okulasi

Apa yang dimaksud okulasi ?

Okulasi adalah menempelkan tunas kepada batang tanaman sejenis yang akan dijadikan induk.

Apa contoh tanaman yang dapat diokulasi ?
Contoh tanaman yang dapat diokulasi adalah mangga, durian, dan rambutan.

Contohnya ( mangga ) : tunas pohon mangga yang manis dan berbuah banyak dipotong kemudian diokulasi ( ditempel ) pada pohon mangga yang berbatang kuat. Tunas tersebut akan tumbuh dan menghasilkan buah yang manis dan juga banyak.


Sambung pucuk ( mengenten )
Pengertian sambung pucuk sama saja dengan okulasi, tetapi carannya saja yang berbeda. Sambung pucuk dilakukan dengan menyambungkan batang bawah suatu tanaman dengan batang atas tanaman lain yang juga sejenis. Pada proses sambung pucuk yang perlu kita perhatikan adalah ukuran batang atas dan batang bawah harus sama. Contoh tanaman yang dapat dikembangbiakan dengan cara sambung pucuk adalah durian dan singkong.

Runduk:
Siapa yang pernah mengetahui perkembangbiakan runduk?
Runduk berarti merunduk atau juga menunduk. Jadi, batang tanaman itu ditundukkan ke tanah agar dapat berkembangbiak. Tetapi, kita harus menimbun batang tanaman dengan tanah. Dari ruas-ruas batang tanaman tersebut akan tumbuh akar dan menjadi tanaman yang baru.

PEMILIHAN TEHNIK PERBANYAKAN VEGETATIF

Ada lima cara perbanyakan vegetatif buatan untuk tanaman buah yang sudah dikenal oleh
para penangkar bibit dan petani yaitu cara penyambungan, okulasi, penyusuan, cangkok dan
setek. Pada tiga cara yang pertama dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas.
Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. Tanaman dari biji sengaja
dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi perakarannya, yakni tahan cendawan akar
dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam, sehingga tahan terhadap kekeringan
dan kondisi tanah yang becek. Sedangkan batang atas berupa ranting atau mata tunas dari
pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. Dari
hasil menggabungkan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang
disebut bibit enten, okulasi dan susuan. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang
bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon
induk yang dicangkok. Sedangkan cara setek pada prinsipnya menumbuhkan bagian atau
potongan tanaman, sehingga menjadi tanaman baru menumbuhkan bagian atau potongan
tanaman, sehingga menjadi tanaman baru.
Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain berbuahnya persis sama dengan induknya, bibit juga
berumur genjah (cepat berbuah). Tanaman manggis asal bibit susuan berbuah lima tahun
setelah tanam, sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah
tanam. Bibit durian okulasi bisa berbuah 4-6 tahun setelah tanam, sedangkan bibit asal biji
berbuah lebih dari 10 tahun setelah tanam.
Beberapa jenis tanaman buah-buahan tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak
dengan cara tertentu pula. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena
banyak mengandung getah. Rambutan dan kapulasan selalu gagal kalau disambung (enten)
karena pengaruh asam fenolat yang teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning).
Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. Sedangkan contoh
lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena
kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar.
Dalam perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan, ada cara perbanyakan tertentu yang
lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu pula, sehingga cara
perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih
menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten, sedangkan durian menguntungkan bila
diperbanyak dengan cara okulasi.
Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi,
tetapi kurang praktis dalam pengerjaannya, sehingga bibit yang dihasilkan per satuan waktu
menjadi sedikit. Sebagai contoh seorang pekerja yang sudah terampil mengokulasi durian,
dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman, sedangkan untuk penyusuan
hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara
penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buah-buahan
seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka kandel yang keberhasilannya kurang
dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi.
Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing
tanaman buah-buahan, maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buah-buahan secara masal,walaupun dengan menggunakan cara konvensional.
Sumber : World Agroforestry Centre (ICRAF) & Winrock International

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar