Assalamualaikum

Rabu, 08 Agustus 2012

PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM REPRODUKSI


DISUSUN OLEH: WAPI JAUHARI
KELAS: 9.6
PELAJARAN: IPA








Penyakit yang Berhubungan dengan Sistem Reproduksi

1.     Sifilis
Penyakit ini disebabkan oleh treponema pallidum dan di tularkan terutama melalui hubungan seksual. Penyakit ini terdiri atas beberapa stadium. Pada stadium lanjut, sifilis tidak hanya menyerang organ-organ reproduksi, tetapi juga menyerang organ-organ tubuh yang lain, misalnya hati, susunan saraf dan otak.
                       
2.     Gonorhoe/GO
Biasanya ada rasa gatal dan panas di bagian distal ureter dan kadang keluar darah juga tapi juga ada nanahnya. Tetapi kalau melakukan dan biasanya pada saat infeksi menimbulkan rasa nyeri. Kalau pada pria homosexual menderita GO pada rektum. Kalau pada wanita kadang-kadang muncul keluhan berupa rasa nyeri pada pinggul bawah. Penyakit ini juga menyerang mata dengan perantara jaring-jaring sehingga juga dapat menyebabkan kebutaan penyebabnya neisserba gonorrhoea.

3.     Penyakit Radang Panggul
Penyakit radang panggul adalah peradangan infeksious organ-organ disalurkan genitalia atas wanita, termasuk uterus, tuba fallopi (salpingtis), atau ovarium (ooforitis).

4.     Gatal-Gatal Kemaluan
Gatal-gatal pada kemaluan perempuan sering tanpa penyebab yang jelas. Oleh karena tidak ditemukan penyebabnya dan gatal-gatalnya sangat mengganggu, sehingga dilakukan pengangkatan bagian luar vagina atau vulva.

5.     Granulonia Venerum
Granulonia Venerum adalah suatu penyakit kelamin dimana terbentuk borok dengan pertumbuhan jaringan ikat pada alat kelamin dan kulit sekitar kelamin. Penyebab penyakit ini adalah clymma tobacteriumgranulomatosis, suatu kuman berukuran pendek, berbentuk batang, yang ditemukan dalam jumlah banyak di dalam lapisan endotnel dari lesi yang timbul.

6.     Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh interaksi hormom, seperti hormom androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, imfotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dengan terapi hormon.

7.     Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga andomen ke dalan skrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormone human chorionic go nadotropin untuk merangsang testoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.

8.     Oklitis
Oklitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.

9.     Gangguan Menstruasi
Dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai pada usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi.

10.            Kanker Genitalia
Dapat terjadi pada vagina, serviks dan ovarium.

11.            Kanker Vagina
Tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus. Pengobatannya antara lain dengan kometerapi dan bedah laser.

12.            Kanker Serviks
Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh diseluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul.

13.            Kanker Ovarium
Memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau pengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.

14.            Endometriosis
Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat diluar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh diluar uterus, misalnya di paru-paru. Gejala endometriosis berupa nyeri perut, pinggang sakit, dan yeri pada masa menstruasi. Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyababkan sulit terjadi kehamilan. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi atau bedah laser.

15.            Infeksi Vagina
Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif. Penyebabnya antara lain akibat hubungan kelamin, terutama bila suami terkena infeksi, jamur atau bakteri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar